Penelitian ini bertujuan untuk membongkar realitas ketimpangan sosial dan proses marginalisasi anak dalam cerpen "Pelajaran Mengarang" karya Seno Gumira Ajidarma. Masalah utama yang dikaji adalah benturan antara standarisasi pendidikan dengan realitas hidup anak dari kelas bawah, serta bagaimana sistem pendidikan justru memproduksi eksklusi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap naskah cerpen. Landasan teoretis mencakup sosiologi sastra, konstruksi sosial, dan hierarki kebutuhan manusia untuk membedah relasi kuasa dalam ruang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marginalisasi terjadi melalui stigmatisasi latar belakang keluarga, pemaksaan perspektif kelas menengah dalam tugas mengarang, dan kegagalan institusi sekolah dalam mengakomodasi keberagaman sosial siswa. Tokoh anak mengalami alienasi karena pengalaman hidupnya yang autentik dianggap tidak memenuhi standar normatif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa sastra merupakan media kritik yang efektif terhadap kemunafikan tatanan sosial yang meminggirkan kelompok rentan sambil mengklaim inklusivitas pendidikan.
Copyrights © 2025