Bullying yang berbentuk dipermalukan di publik merupakan salah satu bentuk kekerasan psikologis yang dapat menimbulkan trauma mendalam bagi korban. Dampak psikologis yang muncul tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kepribadian, hubungan sosial, serta kesehatan mental korban dalam jangka panjang. Korban bullying sering mengalami rasa malu berlebihan, rendah diri, kecemasan sosial, ketakutan untuk tampil di depan umum, serta kesulitan mempercayai lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis secara mendalam peranan konseling individu dalam membantu korban bullying mengatasi trauma psikologis akibat penghinaan di publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang merupakan korban bullying dan telah menjalani konseling individu minimal selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individu efektif dalam menyediakan ruang aman bagi korban untuk mengekspresikan emosi, memahami dan memaknai kembali pengalaman traumatis, membangun kembali harga diri, serta mengembangkan strategi koping yang adaptif. Konseling individu juga membantu korban meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi situasi sosial di masa depan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa konseling individu memiliki peranan yang sangat penting sebagai intervensi psikologis dalam proses pemulihan trauma korban bullying, khususnya yang mengalami penghinaan di ruang publik.
Copyrights © 2025