Pola konsumsi masyarakat Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan asupan gula tambahan, termasuk pada kelompok usia mahasiswa yang berada pada fase transisi gaya hidup dan rentan terhadap konsumsi makanan tinggi gula. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan metabolik seperti resistensi insulin, obesitas, dan diabetes melitus tipe 2 apabila tidak disertai edukasi mengenai pengendalian gula darah sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai bentuk upaya peningkatan literasi kesehatan mahasiswa dalam menjaga kestabilan gula darah melalui edukasi kesehatan dan pemilihan pangan rendah gula berbasis bahan lokal seperti sorgum. Metode yang diterapkan menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif melalui pemberian pre-test sebagai pemetaan pengetahuan awal, penyuluhan interaktif mengenai mekanisme metabolisme gula darah, bahaya konsumsi gula berlebih, manfaat serat pangan, serta strategi memilih camilan rendah gula, kemudian diikuti post-test sebagai evaluasi efektivitas edukasi. Selain itu, dilakukan pengenalan produk inovasi Cookies Sorgum Rendah Gula sebagai contoh pangan lokal sehat yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dan sikap mahasiswa terkait pengendalian gula darah serta meningkatnya minat terhadap konsumsi camilan rendah gula. Mahasiswa juga menunjukkan respons positif terhadap produk berbasis sorgum, yang mengindikasikan adanya penerimaan nyata terhadap alternatif pangan sehat berbahan lokal. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mahasiswa dan memberikan dampak terhadap pembentukan sikap konsumsi sehat. Melalui intervensi ini diharapkan tercipta pola konsumsi yang lebih sadar gizi serta peningkatan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya preventif terhadap risiko penyakit metabolik di masa mendatang.
Copyrights © 2026