Fenomena bullying masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah dasar dan berpotensi menghambat perkembangan sosial serta emosional peserta didik. Salah satu faktor yang luput dari perhatian adalah persepsi homogenitas, yaitu anggapan bahwa seluruh siswa memiliki latar belakang yang sama sehingga perbedaan dianggap tidak ada atau tidak penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak persepsi homogenitas terhadap risiko bullying di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa di salah satu sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lingkungan sekolah dan proses pembelajaran, serta dokumentasi pendukung. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi homogenitas yang kuat di lingkungan sekolah membentuk pola interaksi siswa yang mengabaikan perbedaan, sehingga konflik yang muncul tidak dipahami sebagai akibat dari keberagaman, melainkan dianggap sebagai konflik biasa. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bullying karena tidak adanya kesadaran dan pemahaman siswa terhadap perbedaan sosial dan budaya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi homogenitas berperan sebagai faktor laten yang dapat memengaruhi munculnya perilaku bullying di sekolah dasar.
Copyrights © 2026