Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik Earnings Management dan Budgetary Slack pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2023–2024. Industri pertambangan menghadapi tingkat ketidakpastian yang tinggi akibat fluktuasi harga komoditas, perubahan regulasi, dan meningkatnya tuntutan keberlanjutan, sehingga berpotensi mendorong perilaku oportunistik manajemen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen terhadap laporan tahunan dan laporan keberlanjutan empat perusahaan pertambangan. Analisis difokuskan pada narasi kinerja keuangan, kebijakan akuntansi, pengungkapan risiko, serta target keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Earnings Management dilakukan secara hati-hati, terutama dalam bentuk income smoothing dan pengelolaan reputasi melalui pengungkapan keberlanjutan. Sementara itu, Budgetary Slack tercermin dari perencanaan keuangan yang konservatif serta penetapan target keuangan dan keberlanjutan jangka panjang yang moderat. Temuan ini mendukung Agency Theory dan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan.
Copyrights © 2026