Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan literasi dan implementasi pembelajaran berbasis komunitas yang dilakukan oleh Laskar Belajar di kawasan Rusunawa Malang sebagai lingkungan pemukiman urban. Melalui telaah terhadap berbagai program pendampingan, temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis komunitas berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar anak, terutama melalui kegiatan membaca bersama, bimbingan belajar, dan penggunaan media belajar yang kontekstual dengan kehidupan rusunawa. Keterlibatan relawan sebagai fasilitator belajar terbukti mendorong terciptanya interaksi edukatif yang hangat, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan sosial emosional anak-anak di lingkungan padat perkotaan. Integrasi nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan budaya komunitas lokal dalam setiap aktivitas pembelajaran memperkuat motivasi dan partisipasi anak. Selain itu, pendekatan komunitas memungkinkan proses refleksi, pendampingan personal, serta pembiasaan belajar yang berkelanjutan meskipun dalam kondisi keterbatasan ruang dan sumber daya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara orang tua, relawan, dan pengelola rusunawa memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan program literasi dan ketahanan belajar anak-anak. Secara keseluruhan, kegiatan Laskar Belajar di Rusunawa Malang memiliki potensi besar dalam memperkuat literasi, menumbuhkan kemandirian belajar, serta menciptakan ruang pendidikan alternatif yang adaptif terhadap dinamika kehidupan urban. Namun, tantangan mengenai keberlanjutan program, keterbatasan fasilitas, dan konsistensi keterlibatan orang tua masih memerlukan perhatian untuk optimalisasi implementasi ke depan.
Copyrights © 2026