Penelitian ini membahas penggunaan alih kode dan campur kode dalam konten dakwah digital Ustadz Adi Hidayat yang diunggah melalui fitur reels Instagram pada akun @kajianustadzadihidayat.lc. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan lisan dalam video dakwah. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan transkripsi, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi serta mengklasifikasikan satuan lingual yang mengandung alih kode dan campur kode berdasarkan teori sosiolinguistik Abdul Chaer, klasifikasi alih kode menurut Suwito, serta klasifikasi campur kode menurut Suandi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode kerap digunakan dalam penyampaian dakwah digital. Alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab digunakan untuk menyampaikan dalil dan konsep keagamaan, sedangkan campur kode muncul dalam bentuk penyisipan istilah-istilah religius untuk memperjelas makna dan menyesuaikan dengan audiens media sosial. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode berfungsi sebagai strategi komunikasi yang mendukung efektivitas penyampaian pesan dakwah di media digital.
Copyrights © 2026