Artikel ini menganalisis kiprah strategis kiai sebagai figur sentral dalam pembentukan karakter akhlakul karimah santri di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur yang diperkaya dengan kerangka teoritis pendidikan pesantren dan kepemimpinan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi karakter santri berlangsung melalui tiga pilar utama, yaitu keteladanan (uswatun hasanah), internalisasi prinsip adab sebelum ilmu, serta sistem pengabdian (khidmah) yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari pesantren. Kiai berperan sebagai living curriculum yang memadukan otoritas keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinan karismatik dalam membentuk integritas moral santri. Di era disrupsi digital, kiai juga menjalankan fungsi strategis sebagai kurator kebenaran dengan menanamkan budaya tabayyun, literasi digital berbasis akhlak, serta penguatan riyadhah untuk merespons tantangan dekadensi moral, hoaks, dan hedonisme digital. Sinergi antara tradisi spiritual pesantren, kewibawaan kiai, dan kemampuan adaptasi terhadap modernitas menghasilkan santri berkarakter moderat, berintegritas, dan berdaya tahan tinggi sebagai modal sosial penting bagi pembangunan karakter bangsa.
Copyrights © 2026