Fenomena campur kode bahasa Indonesia–Inggris semakin sering ditemukan dalam komunikasi masyarakat modern, terutama pada media digital seperti podcast. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode yang digunakan dalam podcast Rintik Sedu episode “Mengagumimu dari Jauh #berKata”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan yang mengandung campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang diperoleh melalui teknik simak dan catat terhadap podcast tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori campur kode Pieter Muysken (2000), yang mengklasifikasikan campur kode ke dalam tiga jenis, yaitu penyisipan (Insertion), alternasi (alternation), dan leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam podcast Rintik Sedu episode “Mengagumimu dari Jauh #berKata” ditemukan dua jenis campur kode, yakni penyisipan dan alternasi. Bentuk penyisipan muncul dalam bentuk kata maupun frasa bahasa Inggris yang disisipkan ke dalam struktur bahasa Indonesia, sedangkan alternasi ditandai dengan peralihan bahasa pada batas klausa atau kalimat. Sementara itu, bentuk leksikalisasi kongruen tidak ditemukan dalam data penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dalam podcast digunakan sebagai strategi komunikatif untuk mengekspresikan emosi, memperkuat makna tuturan, serta membangun kedekatan antara penutur dan pendengar.
Copyrights © 2026