Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepemimpinan digital dalam situasi darurat dengan fokus pada kontroversi adaptasi pemimpin tradisional terhadap perubahan dan tren teknologi sebagai solusi organisasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi, dan analisis audio. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi/penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin tradisional mengalami resistensi terhadap perubahan digital, digitalisasi menjadi solusi praktis dalam situasi krisis, serta terdapat kesulitan transisi dari pola komunikasi hierarkis menuju model kolaboratif digital. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai kepemimpinan digital dalam konteks darurat, sekaligus menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya merupakan proses teknis tetapi juga transformasi budaya, paradigma kepemimpinan, dan sistem komunikasi organisasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi adaptasi digital yang lebih responsif dan kontekstual.
Copyrights © 2026