This study aimed to determine the diversity and dominance of weeds in coffee plantations in Gunung Karang, Swadaya Village, Karang Tanjung District, Pandeglang Regency. The method used was a belt transect with a plot size of 1 × 1 m at three land elevations, namely 500, 600, and 700 masl. The results showed that the diversity of weed species is quite high with a total of 20 species from 14 families. The composition and dominance of weeds varied at each elevation. At an altitude of 500 masl, the dominant weed is Oplismenus compositus (Poaceae), while at 600 masl it is dominated by Synedrella nodiflora (Asteraceae) and Peperomia pellucida (Piperaceae). At 700 masl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) showed the highest Importance Value Index (IVI) value, indicating a high level of adaptation and competitiveness in the highlands. Environmental factors such as light intensity, humidity, and location altitude influence the diversity and structure of the weed community. The dominance of certain weeds can inhibit the growth of coffee plants, so an effective and sustainable weed control strategy is needed, for example by means of an integrated control approach that includes manual, mechanical, and technical cultural methods, such as routine weeding and the use of competitive ground cover plants. Keywords: Coffee, Diversity, Dominance, Gunung karang, Weeds. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi gulma pada lahan pertanaman kopi di Gunung Karang, Desa Swadaya, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan adalah belt transect dengan ukuran plot 1 × 1 m pada tiga ketinggian lahan, yaitu 500, 600, dan 700 mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis gulma tergolong cukup tinggi dengan total 20 jenis yang berasal dari 14 famili. Komposisi dan dominansi gulma bervariasi pada setiap ketinggian. Pada ketinggian 500 mdpl, gulma yang dominan adalah Oplismenus compositus (Poaceae), sedangkan pada 600 mdpl didominasi oleh Synedrella nodiflora (Asteraceae) dan Peperomia pellucida (Piperaceae). Pada 700 mdpl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) menunjukkan nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi, menandakan tingkat adaptasi dan daya saing yang tinggi di dataran tinggi. Faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan, dan ketinggian lokasi berpengaruh terhadap keanekaragaman dan struktur komunitas gulma. Dominansi gulma tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi, sehingga diperlukan strategi pengendalian gulma yang efektif dan berkelanjutan, misalnya dengan cara pendekatan pengendalian terpadu yang mencakup cara manual, mekanis, dan kultur teknis, seperti penyiangan rutin serta pemanfaatan tanaman penutup tanah yang kompetitif. Kata-Kata Kunci: Dominansi, Gulma, Kopi, Gunung karang, Keanekaragaman
Copyrights © 2025