Keadaan mental guru sangat memengagruhi kualitas pembelajaran di seklah. Guru yang memiliki kesehatan mental dan kepribadian yang stabil cenderung mampu membuat kelas yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelisiki kasus-kasus yang berkaitan dengan kepribadian mental guru saat melaksanakan pembelajaran di SMA Negeri 6 Pariaman. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian mental guru, yang mencakup kestabilan emosi, rasa percaya diri, empati, dan kemampuan mengelola stres, berpengaruh secara signifikan terhadap interaksi guru dengan siswa, pengelolaan kelas, dan efektivitas proses pembelajaran. Guru yang sehat mampu menangani tekanan kerja dan masalah kelas secara profesional, sementara guru yang stres cenderung menunjukkan sikap kurang sabar dan kurang optimal dalam menyampaikan materi. Jika sekolah ingin meningkatkan kualitas pembelajaran, penguatan kesehatan mental dan kepribadian guru harus menjadi prioritas utama sekolah, menurut penelitian ini. Oleh karena itu, pelatihan, pendampingan psikologis, dan lingkungan kerja yang sehat diperlukan untuk guru.
Copyrights © 2026