Studi ini menyelidiki model epistemologi pesantren dan bagaimana hal itu relevan dengan pendidikan Islam modern. Dalam pendidikan Islam kontemporer, krisis epistemologis yang ditandai dengan perbedaan antara ilmu agama dan ilmu umum telah menghasilkan orientasi nilai yang pragmatis dan cenderung netral. Pesantren menawarkan sistem epistemologi unik yang berakar pada tradisi keilmuan Islam dalam konteks ini. Pendekatan kualitatif dan metode penelitian kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Kitab klasik, tulisan intelektual Islam, dan artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pesantren dibangun atas integrasi wahyu, akal, tradisi keilmuan (turats), dan otoritas kiai. Ilmu disampaikan melalui metode seperti talaqqi, bandongan, dan sorogan. Tidak hanya aspek rasional-empiris yang menentukan kredibilitas ilmu di pesantren, tetapi juga integritas moral, kontinuitas sumber keilmuan, dan kontribusinya dalam pembentukan akhlak santri. Epistemologi pesantren sangat relevan dengan pendidikan Islam modern, terutama dalam hal integrasi ilmu, penguatan pendidikan karakter, dan pembentukan moderasi beragama. Diharapkan penelitian ini akan memberikan kontribusi konseptual untuk pembangunan pendidikan Islam yang berbasis nilai dan adab.
Copyrights © 2026