Keterlambatan dan ketidakhadiran siswa merupakan permasalahan yang berdampak langsung terhadap efektivitas proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta perkembangan disiplin peserta didik. Permasalahan ini tidak hanya memengaruhi prestasi akademik siswa, tetapi juga berpotensi mengganggu iklim belajar di lingkungan sekolah. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi keterlambatan dan ketidakhadiran siswa di SMP Negeri 26 Padang, serta mendeskripsikan penerapan pendekatan konseling behaviorisme sebagai upaya penanganan permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan siswa, guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua, serta teman sebaya sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan dan ketidakhadiran siswa dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal, eksternal, dan kondisi fisik, seperti rendahnya kemampuan manajemen waktu, tekanan dalam lingkungan keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kondisi kesehatan tertentu, termasuk recurrent abdominal pain. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan konseling yang sistematis dan berorientasi pada perubahan perilaku dalam meningkatkan kedisiplinan siswa.
Copyrights © 2026