Intervensi psikososial memegang peranan krusial dalam memberdayakan remaja yang terperangkap dalam hubungan toxic, sebuah dinamika yang merusak kesejahteraan emosional dan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman remaja dalam hubungan tersebut dan mengeksplorasi bagaimana intervensi psikososial memiliki dampak yang signifikan terhadap resiliensi dan pemberdayaan diri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan seorang siswi kela8 SMP yang memiliki pengalaman langsung dengan hubungan toxic, dilengkapi dengan s studi kepustakaan untuk memperkaya perspektif teoritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa remaja yang terlibat dalam hubungan toxic sering kali mengalami penurunan harga diri, kecemasan, isolasi sosial, dan kesulitan dalam pengambilan keputusan. Intervensi psikososial, yang mencakup konseling individual, dukungan kelompok sebaya, dan edukasi tentang batasan sehat, teridentifikasi sebagai pendekatan efektif untuk meningkatkan kesadaran diri, membangun keterampilan asertif, dan memulihkan resiliensi. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi psikososial tidak hanya membantu remaja mengenali dan keluar dari hubungan yang merusak, tetapi juga membekali mereka dengan strategi koping yang lebih adaptif untuk masa depan, sehingga memutus siklus disfungsi dan mempromosikan hubungan yang lebih sehat.
Copyrights © 2025