Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena doom spending konsumsi berlebihan yang dipicu tekanan emosional dan social melalui kacamata ajaran Islam, khususnya konsep mubazir, pengelolaan harta (maal), dan internalisasi nilai akhlak. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini mensintesis berbagai sumber kepustakaan yang relevan untuk mengkaji bagaimana prinsip moderasi (wasathiyyah), tanggung jawab sosial, dan refleksi spiritual dapat menjadi kerangka reflektif-edukatif dalam menangkal perilaku konsumtif. Temuan menunjukkan bahwa doom spending mencerminkan lemahnya internalisasi nilai-nilai Islam terkait konsumsi.
Copyrights © 2026