Kesuksesan suatu sekolah ditentukan oleh kolaborasi, refleksi, dan aktivitas berbagi praktik baik yang dilakukan oleh para guru dalam komunitas belajar di sekolah. Keberadaan komunitas belajar di sekolah sangat penting sehingga harus diselenggarakan secara optimal dengan berbagai pendekatan. Namun, penyelenggaraan komunitas belajar di kabupaten Bangka belum dianggap optimal. Kesenjangan kondisi ini mendorong peneliti untuk mengkaji lebih dalam bagaimana optimalisasi komunitas belajar di SMP IT Yabunaya Pemali, sebagai salah satu sekolah yang mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Berkemajuan Terbaik di Kabupaten Bangka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian bersumber dari data primer dan data sekunder melalui observasi partisipatif, wawancara, serta dokumentasi. Data kemudian dianalisis dan disajikan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan validasi data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip pendekatan behavioral, yaitu prinsip penghargaan (reward) dan hukuman (punishment), penguatan primer (primary reinforcement) dan penguatan sekunder (secondary reinforcement), jadwal penguatan (schedule of reinforcement), manajamen kontingensi (contingency management), pengkondisian operan (operant conditioned), dan pembentukan perilaku (shaping) dapat mengoptimalkan komunitas belajar SMP IT Yabunaya Pemali, Kabupaten Bangka. Kondisi tersebut masih terdapat kekurangan, misalnya penguatan sekunder belum variatif, porsi jadwal penguatan tetap lebih besar sehingga antusiasme anggota komuntas masih berfluktuatif, dan perlu adanya kontrak manajemen kontingensi tertulis untuk mendorong perilaku positif.
Copyrights © 2025