Sebagai sebuah kerajaan Melayu Islam, Keraton Pakunegara Tayan memiliki banyak sekali menyimpan naskah kuno dengan aksara Arab Melayu. Tidak hanya itu, tapi juga ornament makam Raja-rajanya penuh dengan kaligrafi Arab. Namun, saat ini naskah-naskah, dan ornament kaligrafi Arab itu sudah mulai berkurang, raib dimakan usia, diambil orang, dan dimusnahkan. Berdasarkan hasil wawancara dengan raja, abdi dalem dan masyarakat sekitar diperoleh keterangan bahwa hal itu terjadi akibat dari minimnya orang yang memahami tulisan dengan Aksara Arab Melayu, yang disebabkan oleh minimnya minat generasi muda dalam mempelajari aksara Arab Melayu, sementara generasi tua yang paham sudah mulai berkurang. Dengan demikian, perlu dilakukan penguatan literasi filologis pada generasi muda. Pengabdian ini dilakukan dengan metode workshop yang menggabungkan antara teori dan praktik. Hasil kegiatan ini menunjukkan: 1) menguatnya minat generasi muda dalam mepelajari aksara Arab Melayu; 2) meningkatnya pemahaman generasi muda terhadap nashkah Arab Melayu; dan, 3) terindentifikasinya aksara dan naskah di keraton.
Copyrights © 2025