High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan teknik analisis yang paling banyak digunakan dalam evaluasi obat antiinflamasi karena mampu menghasilkan pemisahan yang baik, sensitivitas tinggi, serta kuantifikasi yang akurat pada berbagai matriks, baik sediaan farmasi maupun sampel biologis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan penggunaan metode HPLC terkini pada analisis obat antiinflamasi serta meninjau karakteristik pemisahan, kondisi instrumen, dan parameter validasi yang dilaporkan dalam literatur. Penelusuran artikel dilakukan melalui beberapa database ilmiah dengan kriteria inklusi berupa artikel penelitian original full-text, penggunaan HPLC sebagai metode utama, serta rentang publikasi tahun 2016–2025. Dari proses seleksi, diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis untuk mengidentifikasi variasi kolom kromatografi, komposisi fase gerak, jenis detektor, serta teknik preparasi sampel. Hasil telaah menunjukkan bahwa HPLC tetap menjadi metode yang dominan digunakan untuk penetapan kadar, identifikasi impuritas, dan evaluasi stabilitas obat antiinflamasi. Perbedaan jenis kolom seperti C18, fenil, dan kolom berdimensi kecil, serta penggunaan fase gerak berbasis campuran buffer–organik, menjadi strategi umum untuk meningkatkan efisiensi pemisahan. Selain itu, validasi metode yang meliputi linearitas, presisi, akurasi, limit deteksi, limit kuantifikasi, serta robustness menjadi aspek krusial yang menentukan keandalan hasil analisis. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa HPLC masih menjadi teknik yang sangat relevan dan andal dalam analisis obat antiinflamasi, serta mampu mendukung pengembangan metode analitik yang lebih efisien dan memenuhi standar kualitas di bidang farmasi.
Copyrights © 2025