Penelitian ini menguji pengaruh kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel bintang terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi DIY, di mana anomali penurunan okupansi hotel (55,68% pada 2024) bertentangan dengan peningkatan wisatawan dan PDRB. Tujuannya menganalisis hubungan kausal kedua variabel terhadap PDRB periode 2016-2024. Pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linier berganda dengan populasi data time series tahunan (9 observasi) dari BPS dan Dinas Pariwisata DIY, dipilih purposive sampling. Instrumen data sekunder dianalisis IBM SPSS v.29 meliputi uji asumsi klasik (normalitas Shapiro-Wilk, multikolinearitas VIF<10, heteroskedastisitas White Test, autokorelasi Durbin-Watson 1.531) dan estimasi model. Hasil menunjukkan kunjungan wisatawan berpengaruh positif signifikan (koefisien 0,00000581, p=0,008), sedangkan hunian hotel negatif tidak signifikan (koefisien -0,032330, p=0,648); model layak (F=13,168, p<0,001, Adjusted R²=41,01%). Kesimpulan merekomendasikan prioritas promosi wisata massal dan diversifikasi akomodasi non-bintang untuk optimalisasi PDRB dan PAD.
Copyrights © 2026