Penelitian ini mengkaji penggunaan pupuk organik pada tanaman karet (Hevea brasiliensis) selama fase belum menghasilkan (immature period), yang merupakan periode kritis dalam pengelolaan kebun karet. Pada fase ini, tanaman belum dapat menghasilkan lateks, sehingga petani menghadapi risiko ekonomi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pupuk organik dalam memperbaiki kualitas tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman karet, serta mengurangi dampak ekonomi dan lingkungan yang terkait dengan penggunaan pupuk kimia. Berdasarkan literature review dari berbagai penelitian, penggunaan pupuk organik baik sebagai substitusi parsial terhadap pupuk anorganik atau sebagai input tunggal dilaporkan dapat meningkatkan pH tanah, kandungan bahan organik tanah (SOC), status nitrogen, dan aktivitas enzim tanah. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan antarbaris dan integrasi pupuk organik dengan teknik agroekologi untuk meningkatkan keberlanjutan sistem pertanian karet. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi petani dalam mengelola kebun karet belum menghasilkan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2025