Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontroversi yang muncul dalam Serial Bidaah serta bagaimana representasi isu-isu keagamaan di dalamnya dimaknai oleh penonton di TikTok. Serial ini menimbulkan perdebatan publik karena mengangkat tema sensitif seperti nikah batin, poligami, dan kepatuhan mutlak, yang kemudian ramai didiskusikan oleh pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi untuk mengamati konten, komentar, dan pola interaksi pengguna TikTok terhadap cuplikan serta diskursus terkait Serial Bidaah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall, khususnya konsep encoding dan decoding, guna memahami bagaimana pesan-pesan dalam serial diproduksi dan ditafsirkan oleh audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroversi dalam Serial Bidaah dimaknai secara beragam. Sebagian audiens menilai representasi yang ditampilkan sebagai bentuk normalisasi praktik keagamaan yang menyimpang, sementara sebagian lainnya memaknainya sebagai hiburan atau kritik sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi visual dan naratif dalam serial berpengaruh terhadap pembentukan persepsi penonton serta memicu diskursus moral dan budaya di TikTok. Penelitian ini menegaskan bahwa audiens media digital berperan aktif dalam proses pemaknaan dan tidak bersifat pasif dalam menerima pesan media.
Copyrights © 2025