Penelitian ini mengkaji komunikasi transendental dalam ritual adat Wae Rebo dengan tujuan menganalisis bagaimana praktik tersebut menciptakan harmoni antara nilai budaya lokal dan religiusitas modern. Pendekatan penelitian menggunakan desain etnografi komunikasi kualitatif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan agama, serta dokumentasi visual dan tekstual. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Populasi penelitian adalah masyarakat Wae Rebo dengan sampel purposif 7-10 informan yang terlibat dalam ritual inti. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi transendental diwujudkan melalui doa sakral, persembahan simbolik, musik dan tarian ritual, serta ruang sakral Mbaru Niang sebagai simbol penghubung manusia, leluhur, dan dunia spiritual. Kesimpulannya, masyarakat Wae Rebo berhasil memadukan tradisi leluhur dan religiusitas Katolik sehingga memperkuat identitas budaya serta kohesi sosial. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai komunikasi transendental sebagai jembatan integratif budaya dan spiritual.
Copyrights © 2026