Perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap pola asuh anak dalam keluarga, khususnya dalam menghadapi pengaruh media sosial yang kompleks dan penuh risiko. Dalam konteks ini, peran ayah sebagai figur sentral dalam pendidikan keluarga seringkali terabaikan, padahal Al-Qur'an menegaskan pentingnya posisi ayah dalam membentuk karakter dan nilai-nilai spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara mendalam peran ayah dalam mendidik anak berdasarkan perspektif Al-Qur'an serta merumuskan tantangan media sosial yang dihadapi keluarga Muslim di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka terhadap literatur ilmiah terbaru dan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan kerangka konseptual yang kuat bagi peran ayah sebagai pendidik utama dalam keluarga, yang meliputi fungsi spiritual, moral, dan sosial. Di sisi lain, media sosial menghadirkan tantangan serius terhadap otoritas pendidikan orang tua, termasuk potensi adiksi digital, dekadensi moral, dan krisis identitas pada anak. Penelitian ini menegaskan perlunya integrasi nilai-nilai Qur'ani dalam strategi pendidikan keluarga, serta peningkatan kesadaran dan keterlibatan aktif ayah dalam mendampingi anak di ruang digital. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya wacana akademik dan memberi kontribusi nyata dalam pengembangan model pengasuhan Islam yang kontekstual dan solutif di era digital.
Copyrights © 2025