Penelitian ini bertujuan membandingkan sistem vaskular pada atlet renang gaya bebas dan atlet sprint seratus meter untuk melihat Bagaimana perbedaan jenis latihan memengaruhi kerja jantung dan kemampuan pemulihan tubuh. Penelitian menggunakan metode Kuantitatif deskriptif komparatif dengan mengukur denyut nadi saat istirahat, setelah melakukan aktivitas, dan selama proses Pemulihan. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan stopwatch dan dicatat dalam lembar observasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa atlet renang memiliki kerja jantung yang lebih efisien pada kondisi istirahat maupun aktivitas ringan Karena terbiasa dengan latihan yang ritmis dan berlangsung lebih lama. Sementara itu, atlet sprint menunjukkan respons jantung yang lebih cepat dan kuat ketika melakukan aktivitas intensif sesuai kebutuhan cabang olahraga yang mengutamakan kecepatan. Meskipun begitu, kedua kelompok atlet mempunyai kemampuan pemulihan yang cukup baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program latihan perlu disesuaikan dengan karakter energi pada setiap cabang olahraga, serta tetap memberikan latihan yang mendukung kesehatan kardiovaskular. Penelitian berikutnya disarankan melibatkan sampel yang lebih banyak dan alat ukur yang lebih akurat agar hasil yang diperoleh lebih menyeluruh.
Copyrights © 2025