UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sensorik Palembang merupakan lembaga pemerintah yang memberikan layanan rehabilitasi dan pembinaan kemandirian bagi penyandang disabilitas sensorik. Namun, di lapangan masih ditemukan kondisi di mana panti lebih dikenal masyarakat sebagai tempat penampungan dibandingkan sebagai pusat rehabilitasi dan pemberdayaan. Berdasarkan observasi awal, aktivitas komunikasi dan publikasi lembaga belum berjalan optimal, ditandai dengan keterbatasan pengelolaan media sosial, minimnya dokumentasi kegiatan, serta belum adanya strategi komunikasi publik yang terstruktur. Kondisi ini berdampak pada rendahnya visibilitas lembaga dan belum terbentuknya citra positif di mata masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Public Relations dalam membangun citra UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sensorik Palembang melalui praktik komunikasi publik yang dijalankan di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang meliputi 2 orang pegawai yang menjalankan fungsi kehumasan, 4 orang staf panti, dan 8 orang masyarakat. guna memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan fungsi kehumasan di lembaga tersebut.
Copyrights © 2025