Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) serta mengidentifikasi pola hambatan dan solusi yang dilakukan pendidik dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 20 artikel jurnal ilmiah dan 3 dokumen kebijakan pendidikan yang terbit dalam rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap transformasi pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kreativitas, partisipasi aktif, dan kemampuan literasi siswa melalui peran guru sebagai fasilitator. Namun, implementasi di lapangan masih terhambat oleh resistensi paradigma pengajar, keterbatasan sarana digital, serta pemahaman konsep kurikulum yang belum merata. Solusi strategis yang dilakukan meliputi penguatan kolaborasi melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kesiapan pedagogik guru dan dukungan kebijakan sangat menentukan keberlanjutan kualitas literasi di jenjang pendidikan dasar.
Copyrights © 2025