Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi teori manajemen dari perspektif filsafat ilmu, khususnya dengan menerapkan kerangka perubahan paradigma Thomas S. Kuhn, dari era Taylorisme hingga transformasi digital saat ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan pergeseran fundamental dalam asumsi ontologis (hakikat realitas organisasi), epistemologis (cara memperoleh pengetahuan yang valid), dan aksiologis (nilai-nilai yang mendasari) yang menandai setiap peralihan paradigma, serta merefleksikan implikasi filosofis dari emergensi paradigma digital bagi ilmu manajemen. Pendahuluan menjelaskan bahwa perkembangan ilmu manajemen bukanlah akumulasi pengetahuan yang linier, melainkan serangkaian revolusi paradigmatik yang dipicu oleh anomali dan krisis, dengan era digital sebagai katalis perubahan paling signifikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan studi teoretis. Analisis dilakukan melalui telaah filosofis terhadap teks-teks seminal dari setiap era paradigmatik (Taylorisme, Human Relations, Sistem, Kontingensi, hingga literatur Manajemen Digital) dengan menerapkan lensa tiga pertanyaan filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) dan kerangka revolusi ilmiah Kuhn. Hasil dan Pembahasan menunjukkan bahwa perjalanan ilmu manajemen diawali oleh paradigma Taylorisme yang bercirikan ontologi mekanistik, epistemologi positivis, dan aksiologi efisiensi. Krisis yang ditimbulkan anomali (seperti Eksperimen Hawthorne) melahirkan paradigma tandingan (Human Relations dan lainnya) yang menggeser fokus ke aspek sosial dan kontingensi. Revolusi era digital kini melahirkan paradigma baru yang sedang terbentuk, dengan ontologi jaringan dan ekosistem cair, epistemologi abduktif-berbasis data (data-driven abduction), dan aksiologi yang menekankan kelincahan (agility) dan inovasi. Pembahasan mengkritisi bahwa kondisi saat ini merupakan fase transisi paradigmatik yang ditandai hibriditas dan ketegangan antara logika lama dan baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa evolusi teori manajemen merupakan sejarah perubahan paradigma yang bersifat revolusioner. Pemahaman akan asumsi filosofis di balik setiap paradigma merupakan keharusan bagi akademisi dan praktisi untuk bernavigasi secara kritis dan adaptif dalam dunia manajemen kontemporer yang kompleks. Tantangan ke depan terletak pada menjawab pertanyaan etis-epistemologis dari paradigma data-disrupsi dan mensintesiskan tuntutan digital dengan imperatif keberlanjutan
Copyrights © 2026