Instagram kini menjadi media strategis bagi brand dalam membangun citra dan memengaruhi persepsi publik, terutama bagi brand lokal seperti Pathis Chocolade. Namun keberhasilan pembentukan persepsi positif tidak terjadi secara instan, melainkan bergantung pada konsistensi interaksi, kualitas konten, dan penyampaian pesan emosional yang relevan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun Instagram @pathischocolade menampilkan citra merek melalui pengelolaan konten visual, narasi, dan interaksi digital sebagai bagian dari strategi Public Relations. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi konten Instagram, wawancara mendalam dengan pengelola akun, serta wawancara tambahan dengan audiens sebagai pengguna aktif media sosial. Analisis data mengacu pada teori Impression Management dari Goffman yang menekankan bagaimana individu maupun organisasi berupaya mengatur kesan yang diterima publik melalui tampilan visual, gaya bahasa, konsistensi penyampaian pesan, dan pola interaksi yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pathis Chocolade berhasil membentuk persepsi positif melalui penyajian visual produk yang konsisten, storytelling yang emosional, serta interaksi responsif dengan pengikut. Strategi PR digital tersebut memperkuat identitas brand, meningkatkan kedekatan dengan audiens, dan mendorong kepercayaan publik.
Copyrights © 2026