Pendekatan Living Hadis merupakan paradigma baru dalam kajian hadis yang menempatkan hadis tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi juga sebagai fenomena sosial yang hidup dan berinteraksi di tengah masyarakat Muslim. Jurnal ini bertujuan untuk menguraikan dasar konseptual, sejarah perkembangan, serta metode penelitian dalam pendekatan Living Hadis. Melalui telaah literatur terhadap karya-karya ulama kontemporer seperti Sahiron Syamsuddin, M. Mansur, dan M. Yusuf Rahman, ditemukan bahwa Living Hadis berfokus pada bagaimana masyarakat mempraktekkan, menafsirkan, dan memaknai hadis dalam konteks budaya dan ruang sosial tertentu. Pendekatan ini lahir sebagai respon terhadap keterbatasan studi tekstual tradisional yang cenderung normatif. Dengan demikian, Living Hadis memperluas ranah kajian hadis menjadi lebih empiris dan interdisipliner, melibatkan ilmu sosial seperti antropologi, sosiologi, dan fenomenologi dalam memahami “kehidupan” hadis di masyarakat
Copyrights © 2026