Kajian gender dalam hadis merupakan isu penting dalam diskursus keislaman kontemporer, terutama terkait relasi laki-laki dan perempuan. Pemahaman hadis yang bersifat tekstual sering kali melahirkan konstruksi gender yang bias dan kurang kontekstual. Penelitian ini menganalisis konstruksi gender dalam hadis melalui pendekatan hermeneutika dengan metode studi kepustakaan. Pendekatan ini digunakan untuk memahami konteks historis, sosial, dan budaya hadis serta relansinya dengan realitas kekinian. Hasil kajian menunjukkan bahwa bias gender dalam sebagian hadis lebih disebabkan oleh penafsiran tekstual dan konteks patriarkal, bukan oleh ajaran normatif Islam. Oleh karena itu, pendekatan hermeneutika memungkinkan pemahaman hadis yang lebih adil, proporsional, dan mencerminkan nilai keadilan serta kesetaraan gender.
Copyrights © 2026