Krisis komunikasi akibat konflik sosial berpotensi menurunkan reputasi perusahaan, khususnya pada sektor pertambangan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen komunikasi krisis PT Bukit Asam Tbk dalam mempertahankan reputasi perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukit Asam Tbk menerapkan komunikasi krisis secara bertahap, meliputi fase pra-krisis, saat krisis, dan pasca-krisis. CSR dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi strategis untuk meredam konflik dan membangun kembali kepercayaan masyarakat. Namun, perbedaan persepsi antara perusahaan dan masyarakat masih menjadi tantangan dalam efektivitas komunikasi krisis. Penelitian ini menegaskan bahwa CSR akan lebih optimal sebagai strategi komunikasi krisis apabila dijalankan secara partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026