Artikel ini menjelaskan peran Orang Muda Katolik dalam membangun Gereja sinodal: persekutuan, partisipasi, dan misi sesuai dengan harapan Paus Fransiskus terhadap Sinode yang berlangsung pada tahun 2021–2023. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif melalui teknik analisis data Miles dan Huberman, penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam sejauh mana Orang Muda Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti berkontribusi dalam membangun kehidupan Gereja sinodal, dengan menelaah fenomena bahwa tidak semua Orang Muda Katolik menyadari keberadaan dan perannya dalam kehidupan Gereja. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kurang lebih tiga bulan, yaitu pada bulan Maret, April, dan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang Muda Katolik di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Janti, Malang, pada umumnya telah menyadari peran mereka sebagai anggota Gereja dalam bekerja sama membangun Gereja sinodal melalui persekutuan, partisipasi, dan misi melalui berbagai kegiatan konkret yang telah dilaksanakan. Namun demikian, peneliti juga menemukan bahwa masih ada sebagian Orang Muda Katolik yang belum sepenuhnya memahami peran mereka karena berbagai hambatan dan tantangan yang dihadapi saat ini. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan katekese yang berkelanjutan dari pihak Gereja. Gereja hendaknya terus memperbarui diri seiring dengan perubahan zaman dan terus mengembangkan dirinya sebagai Gereja sinodal (berjalan bersama) agar semakin hidup dan hadir di tengah dunia, serta memastikan bahwa Gereja tidak kehilangan generasi penerusnya, karena Orang Muda Katolik adalah masa kini dan masa depan Gereja.
Copyrights © 2026