Tren para pelari dan komunitas lari perkotaan yang menggunakan sepatu lari yang lebih mahal menunjukkan bahwa fungsi sepatu kini lebih bersifat simbolis daripada sekadar fungsional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder. Dengan kerangka teori Conspicuous Consumption Veblen, hasil penelitian menganalisis bagaimana tujuan sepatu lari mahal berubah dari alat praktis menjadi pernyataan identitas dan status sosial. Di luar kinerja teknis, pengamatan penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan akan pengakuan sosial, kredibilitas pelari, dan afiliasi komunitas semua yang menggambarkan citra gaya hidup prestisius adalah yang mendorong orang untuk membeli sepatu lari premium.
Copyrights © 2026