Pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal 2019 menghadirkan krisis multidimensional yang tidak hanya menekan sektor kesehatan, tetapi juga menimbulkan guncangan besar pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Desa Wisata Taman Herbal Mayangsari di Kabupaten Gunungkidul, yang sebelumnya berkembang sebagai destinasi edukasi dan berbasis komunitas, mengalami penurunan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan sehingga berdampak pada hilangnya mata pencaharian, melemahnya interaksi sosial, serta terputusnya aktivitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial-ekonomi pandemi Covid-19 terhadap masyarakat Desa Wisata Taman Herbal Mayangsari serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dikembangkan untuk bertahan di tengah krisis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan purposive sampling, meliputi perangkat desa, pengurus dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mayangsari, serta pengunjung desa wisata. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi memicu livelihood collapse akibat berhentinya aktivitas wisata, market disruption pada produk herbal, serta erosion of social capital yang melemahkan solidaritas masyarakat. Meski demikian, masyarakat melakukan strategi adaptasi melalui diversifikasi usaha, pemasaran digital produk herbal, migrasi kerja, dan penguatan kelembagaan KWT. Temuan ini menegaskan perlunya diversifikasi ekonomi dan penguatan resiliensi komunitas dalam pembangunan desa wisata.
Copyrights © 2026