Perkembangan pertunjukan musik elektronik menunjukkan bahwa DJ tidak lagi berperan semata sebagai pemutar musik, melainkan juga sebagai komunikator yang membangun interaksi dan suasana bersama audiens melalui komunikasi nonverbal. Dalam konteks panggung hiburan dengan tingkat kebisingan yang tinggi, penyampaian pesan secara verbal menjadi kurang efektif, sehingga bahasa tubuh, gestur, ekspresi wajah, serta pengelolaan atmosfer panggung berfungsi sebagai sarana utama dalam menyalurkan energi dan makna kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk komunikasi nonverbal yang digunakan DJ Slothkidd dalam membangun interaksi dengan audiens di panggung hiburan, sekaligus menganalisis respons audiens serta peran atmosfer panggung dalam memperkuat proses komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap DJ Slothkidd, dua orang audiens dengan karakteristik berbeda, serta Manager POTS sebagai pihak pengelola venue, yang didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen komunikasi nonverbal meliputi kinesics, proxemics, haptics, artifactual, chronemics, appearance, dan paralanguage memiliki peran signifikan dalam membangun keterlibatan audiens, yang semakin diperkuat oleh respons audiens serta dukungan atmosfer panggung berupa pencahayaan, visual, dan sistem tata suara yang selaras, sehingga menghasilkan pengalaman pertunjukan yang interaktif dan berkesan..
Copyrights © 2026