Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya pembelian pakaian bekas (thrifting) dan kaitannya dengan pengelolaan keuangan konsumen di Surabaya. Fenomena thrift berkembang pesat terutama di kalangan generasi muda, dipengaruhi faktor ekonomi, gaya hidup, dan kesadaran lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada UMKM Yuna Nata Shop. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan teknik coding tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama konsumen dalam berbelanja thrift adalah faktor ekonomi dan gaya hidup. Konsumen berusia 18–30 tahun cenderung memilih thrift karena harga yang lebih murah, keunikan produk, serta fleksibilitas dalam mengekspresikan identitas diri. Thrifting membantu konsumen menekan pengeluaran bulanan, mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain, serta meningkatkan kesadaran pengelolaan keuangan. Namun, kesadaran terhadap aspek lingkungan masih rendah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa thriftingbukan sekadar tren mode, tetapi strategi finansial generasi muda di kota besar. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi akademisi, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan dalam memahami budaya konsumsi dan potensi ekonomi sirkular.
Copyrights © 2025