Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak di masa depan. Deteksi dini risiko stunting menjadi salah satu langkah kunci dalam mencegah meningkatnya prevalensi kasus di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kader kesehatan digital dalam melakukan deteksi dini risiko stunting pada balita. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test yang melibatkan 60 balita usia 6–59 bulan dan 30 kader kesehatan. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) yang dicatat secara manual dan melalui aplikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan kader kesehatan dalam mendeteksi risiko stunting setelah penggunaan aplikasi digital (p < 0,05), dengan tingkat akurasi data meningkat dari 78% (manual) menjadi 92% (digital). Selain itu, sebagian besar kader merasa aplikasi mudah digunakan dan membantu mempercepat pekerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kader kesehatan digital efektif dalam mendeteksi dini risiko stunting pada balita, sehingga disarankan untuk diimplementasikan secara luas dalam program percepatan penurunan stunting.
Copyrights © 2026