Pneumonia merupakan infeksi akut pada parenkim paru yang menyebabkan gangguan pertukaran gas dan sering menimbulkan masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif. Intervensi nonfarmakologis berbasis keperawatan, seperti posisi semi-Fowler, teknik pursed lip breathing, dan teknik batuk efektif, berpotensi memperbaiki ventilasi dan oksigenasi pasien, namun implementasinya di ruang rawat masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan manajemen jalan napas pada pasien pneumonia dengan pola napas tidak efektif di Ruang Melati RSUD Tais Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif terhadap dua pasien pneumonia dengan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif. Intervensi yang diberikan meliputi posisi semi-Fowler, teknik pursed lip breathing, dan teknik batuk efektif selama 3×24 jam. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis, serta dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tanda-tanda respirasi. Setelah tiga hari intervensi, kedua pasien menunjukkan perbaikan status respirasi yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas hingga mencapai rentang normal, berkurangnya penggunaan otot bantu pernapasan, menghilangnya napas cuping hidung dan pemanjangan fase ekspirasi, berkurangnya bunyi napas tambahan ronkhi, serta peningkatan kenyamanan pasien dalam bernapas. Teknik pursed lip breathing menunjukkan penurunan frekuensi napas yang paling konsisten dibandingkan intervensi lainnya. Manajemen jalan napas melalui posisi semi-Fowler, teknik pursed lip breathing, dan teknik batuk efektif efektif dalam memperbaiki pola napas pada pasien pneumonia. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas asuhan dan hasil klinis pasien pneumonia.
Copyrights © 2026