Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TikTok sebagai medium jurnalisme baru melalui analisis narasi berita pada format video pendek di akun @metro_tv, dengan fokus pada studi kasus tragedi meninggalnya wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka analisis framing model Robert N. Entman, penelitian ini membedah bagaimana realitas peristiwa dikonstruksi melalui elemen pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok berfungsi sebagai ruang jurnalisme digital yang adaptif, di mana Metro TV berhasil mentransformasi isu-isu kompleks seperti problematika diplomatik dan prosedur forensik menjadi narasi audiovisual yang padat, emosional, dan mudah dipahami tanpa mereduksi esensi nilai jurnalistik. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan visual, pemilihan diksi yang tepat, serta strategi pembingkaian yang humanis mampu menjaga kredibilitas informasi di tengah dinamika media sosial yang menuntut kecepatan dan keterlibatan audiens yang tinggi.
Copyrights © 2026