Mi terdiri dari berbagai jenis, seperti Mi instan, Mi kering, dan Mi basah, yang semuanya dibuat dengan terigu tepung sebagai bahan utama. Mi adalah salah satu makanan paling populer di Indonesia karena sangat praktis, murah, dan memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, yang membuatnya cocok untuk menggantikan nasi. Meskipun kondisi geografis dan tropis tidak ideal untuk budidaya gandum, Indonesia masih memiliki dampak yang signifikan terhadap impor gandum sebagai sumber tepung terigu. Akibatnya, produk alternatif harus dikembangkan dengan sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan. Tepung singkong yang dimodifikasi (Modified Cassava Flour) dan sari buah nanas dimaksudkan untuk digunakan sebagai pengganti fungsional berdasarkan potensi yang ada di Kabupaten Subang. Eksperimen deskriptif digunakan sebagai metode penelitian. Dalam eksperimen ini, singkong di fermentasi untuk membuat tepung mocaf, membuat adonan Mi dengan menambah sari nanas, dan menilai sifat produk akhir. Pustaka kajian menilai beberapa parameter, termasuk kemudahan pembuatan, daya simpan, tekstur Mi, dan potensi fungsional produk. Penelitian menunjukkan bahwa tepung mocaf dapat digunakan sebagai bahan utama toko roti untuk membuat roti bebas gluten dengan tekstur yang luar biasa dan meningkatkan gizi dengan menambah sari nanas dengan vitamin C dan enzim bromelain. Produk akhir dapat digunakan selama satu hari di ruang suhu atau dua hingga tiga hari di penyimpanan dingin. Mi basah yang terbuat dari mocaf dan sari nanas memiliki potensi untuk menjadi alternatif makanan yang lebih sehat bagi masyarakat umum, terutama bagi mereka yang tidak toleran terhadap gluten, dan mendorong penggunaan makanan lokal.
Copyrights © 2026