Pengelolaan aset digital merupakan aspek strategis dalam menjamin keberlanjutan akses, keutuhan, dan keautentikan koleksi digital di lembaga pelestari memori, khususnya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Perpusnas RI sebagai lembaga deposit nasional menghadapi tantangan dalam mengelola aset digital yang berasal dari proses alih media maupun koleksi born-digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen aset digital yang diterapkan di Perpusnas RI dengan menggunakan dua kerangka teoretis utama, yaitu Digital Curation Centre (DCC) Lifecycle Model dan Open Archival Information System (OAIS) Reference Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumen terhadap laporan pengelolaan koleksi digital, serta dokumen pendukung lain yang relevan. Analisis dilakukan dengan memetakan praktik pengelolaan aset digital ke dalam tahapan siklus hidup DCC dan fungsi-fungsi utama dalam model OAIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset digital di Perpusnas RI telah mencerminkan sebagian besar tahapan dalam model DCC, khususnya pada tahap penciptaan, ingest, penyimpanan, dan penyediaan akses. Selain itu, fungsi inti OAIS seperti ingest, archival storage, data management, dan access telah diimplementasikan secara operasional. Namun, dalam penelitian ini ditemukan bahwa aspek preservation planning, baik dalam perspektif DCC maupun OAIS, masih memerlukan penguatan agar mampu menjamin keberlanjutan preservasi digital jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan manajemen aset digital di perpustakaan, khususnya dalam mengintegrasikan prinsip kurasi dan preservasi digital secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026