Pendidikan dan pelatihan (diklat) merupakan instrumen strategis dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Namun, efektivitas program diklat sangat bergantung pada ketepatan analisis kebutuhan yang dilakukan oleh organisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan empiris pentingnya analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan sebagai dasar perumusan program pengembangan kompetensi karyawan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur ilmiah, laporan organisasi, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan diklat yang terstruktur mampu meningkatkan keselarasan antara kompetensi individu dengan tuntutan pekerjaan, memperbaiki kinerja organisasi, serta meminimalkan pemborosan anggaran pelatihan. Selain itu, pendekatan analisis kebutuhan berbasis organisasi, pekerjaan, dan individu terbukti lebih adaptif terhadap dinamika perubahan lingkungan bisnis. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa analisis kebutuhan diklat bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan keputusan strategis manajemen sumber daya manusia yang berdampak langsung pada daya saing organisasi.
Copyrights © 2026