Pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi linguistik tinggi sekaligus relevan dengan kebutuhan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan utama dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, menganalisis praktik-praktik inovatif yang telah dikembangkan, dan merumuskan kerangka kompetensi ideal untuk lulusan program studi bahasa Arab yang responsif terhadap tuntutan global kontemporer.Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis 58 sumber yang terdiri dari artikel jurnal, buku, disertasi, dan laporan penelitian yang dipublikasikan periode 2010-2024. Kriteria inklusi meliputi: fokus pada pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, konteks Indonesia atau komparatif internasional, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan memiliki data empiris atau analisis konseptual yang substansial. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, inovasi, dan best practices.Hasil analisis mengidentifikasi lima kategori tantangan utama: (1) heterogenitas latar belakang mahasiswa dengan kesenjangan kompetensi awal yang signifikan antara lulusan madrasah dan sekolah umum; (2) kurikulum yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja dan kompetensi abad 21; (3) keterbatasan kompetensi pedagogis dan linguistik dosen terutama dalam penguasaan bahasa Arab aktif dan metodologi pembelajaran kontemporer; (4) minimnya sumber belajar kontekstual yang relevan dengan realitas sosial-budaya Indonesia; dan (5) infrastruktur pembelajaran bahasa yang belum memadai terutama laboratorium bahasa dan akses ke sumber autentik.Praktik-praktik inovatif yang teridentifikasi mencakup: penerapan pendekatan komunikatif dan task-based learning yang menekankan penggunaan bahasa dalam konteks nyata; integrasi teknologi melalui blended learning, mobile learning, dan virtual exchange dengan penutur asli; pengembangan materi ajar kontekstual berbasis kebutuhan mahasiswa Indonesia; implementasi program immersion dan Arabic corner untuk menciptakan lingkungan berbahasa; serta kolaborasi internasional melalui student exchange dan joint programs. Analisis komparatif menunjukkan bahwa institusi yang berhasil mengintegrasikan inovasi-inovasi ini mencapai peningkatan kompetensi linguistik mahasiswa 30-45% lebih tinggi dibanding yang menggunakan pendekatan konvensional.Penelitian ini merekomendasikan kerangka kompetensi lulusan yang mencakup empat dimensi: (1) kompetensi linguistik yang mencakup penguasaan empat keterampilan berbahasa pada level advanced (CEFR B2-C1); (2) kompetensi komunikatif-interkultural yang memungkinkan komunikasi efektif dalam konteks Arab-Islam dan global; (3) kompetensi profesional yang mencakup translation, teaching, content creation, dan Arabic for specific purposes; dan (4) kompetensi abad 21 yang mencakup critical thinking, digital literacy, collaboration, dan lifelong learning. Implementasi kerangka ini memerlukan reformasi kurikulum yang holistik, peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan dan studi lanjut, investasi infrastruktur pembelajaran, dan kemitraan strategis dengan institusi Arab dan dunia kerja.
Copyrights © 2024