Jurnal Ilmiah Ecosystem
Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025

Pengaruh Penggunaan Limbah Batu Bara Sebagai Pengganti Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton

Haerunisa, Aulya (Unknown)
Sudirman, Sudirman (Unknown)
Amin, Michail (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2025

Abstract

Penggunaan bottom ash di negara –negara di benua eropa dan amerika sudah merupakan hal yang umum. Di Negara-negara maju seperti Inggris dan Negara-negara eropa bottom ash digunakan sebagai bahan salah satu alternatif filler untuk bahan perkerasan jalan, selain itu juga digunakan sebagai bahan non struktural seperti batako dan paving block. Di Indonesia pemanfaatan bottom ash atau kerak limbah pembakaran batubara ini belum banyak digunakan. Di Indonesia yang banyak digunakan adalah fly ash atau abu terbang yang digunakan sebagai bahan aditif pada beton dan bahan perkerasan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap kuat tekan beton mutu K-300 yang menggunakan bottom ash sebagai agregat halusnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pada penelitian penggunaan bottom ash digantikan dengan persentase penambahan mulai dari normal 25%, 50%, 75% hingga 100% terhadap berat agregat halus pasir. Masing-masing perlakuan menggunakan benda uji sebanyak 5 buah sehingga untuk 5 perlakuan benda uji yang dibuat adalah 25 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bottom ash dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat halus pada beton. Dari data hasil uji tekan diketahui bahwa bottom ash secara keseluruhan menaikkan nilai kuat tekan beton. he use of bottom ash in European and American countries is commonplace. In developed countries like the UK and other European countries, bottom ash is used as an alternative filler for road paving materials. It is also used as a non-structural material, such as concrete blocks and paving blocks. In Indonesia, the use of bottom ash, or coal combustion waste slag, is not yet widely used. Fly ash is commonly used as an additive in concrete and paving materials. This study tested the compressive strength of K-300 grade concrete using bottom ash as fine aggregate. This research is experimental research. In this study, the use of bottom ash was replaced with percentage additions ranging from 25%, 50%, 75%, to 100% of the weight of fine sand aggregate. Five specimens were used for each treatment, resulting in a total of 25 specimensThe results indicate that bottom ash can be used as an alternative to fine aggregate in concrete. The compression test data indicates that bottom ash significantly increases the concrete's compressive strength.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

eco

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Economics, Econometrics & Finance Education Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, ...