Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kuat Tekan Beton Menggunakan Sampah Plastik sebagai Pengganti Agregat Kasar Damayanti A, Rezki; Sudirman, Sudirman; Amin, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sampah plastik sebagai pengganti agregat kasar pada kuat tekan beton yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan sampah plastik berjenis Polyethylene Terephtalate (PET) yang dapat ditemukan pada botol air minuman. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif eksperimental, pembuatan sampel beton dan pengujian kuat tekan dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Andi Djemma. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kuat tekan yang dihasilkan dari beton berbahan plastik sebesar 9,57 MPa, nilai ini mengalami penurunan sebesar 53,81% dari kuat tekan beton berbahan agregat alami sebesar 20,72 MPa. Berat isi beton berbahan plastik yang diperoleh sebesar 1645 kg/m3, nilai ini dapat dikategorikan kedalam beton ringan. Beton berbahan plastik ini dapat digunakan untuk elemen struktur ringan dan elemen nonstruktural pada bangunan. Beton ini tidak disarankan untuk penggunaan struktur-struktur utama karena kuat tekannya belum terpenuhi yakni sebesar 17 MPa.   This research aims to determine the effect of plastic waste as a substitute for coarse aggregate on the compressive strength of the concrete produced. This research uses polyethylene terephthalate (PET) plastic waste which can be found in water bottles. The research method used was quantitative experimental, making concrete samples and testing compressive strength carried out at the Structure and Materials Laboratory of Andi Djemma University. The results of this research show that the compressive strength produced from concrete made from plastic is 9.57 MPa, this value has decreased by 53.81% from the compressive strength of concrete made from natural aggregate of 20.72 MPa. The density of plastic concrete obtained was 1645 kg/m3, this value can be categorized as lightweight concrete. This plastic-based concrete can be used for light structural elements and non-structural elements in buildings. This concrete is not recommended for use in main structures because its compressive strength has not been met, namely 17 MPa.
Pengaruh Perendaman Air Payau dan Air Tawar Terhadap Mutu Beton F’c 20 Mpa Patrio, Patrio; Sudirman, Sudirman; Amri, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4195

Abstract

Keberagaman Indonesia membuat beton terkadang menjadi sulit untuk dilakukan perawatan, khususnya pada bangunan air yang lebih rumit pembangunannya dalam perawatan beton. Beton kadang kala sering mengalami perendaman air baik yang bersifat payau maupun tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh kuat tekan pada perendaman menggunakan air payau dan air tawar terhadap mutu beton f’c 20 Mpa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan pengujian laboratorium. Dari penelitian ini diketahui bahwa perendaman dengan menggunakan air payau memberi pengaruh penurunan kuat tekan beton, hal ini dapat dilihat dari kuat tekan rata-rata beton dengan perendaman dengan menggunakan air tawar yang mencapai 22,025 Mpa, Sedangkan air payau hanya mencapai 20,822 Mpa. Hal ini disebabkan karena air payau mengandung zat padat berupa garam yang dapat mempengaruhi penurunan kuat tekan pada beton dan keterlambatan proses perawatan (curring) mengakibatkan dehidrasi pada beton sehingga mengalami penurunan kuat tekan pada beton. Indonesia's diversity means that concrete can sometimes be difficult to maintain, especially for water structures where concrete maintenance is more complicated to construct. Concrete sometimes experiences water immersion, both brackish and fresh. This research aims to determine the comparison of the effect of compressive strength during immersion using brackish water and fresh water on the quality of concrete f'c 20 Mpa. The research method used is a quantitative method with experimental research methods and data collection techniques are carried out using literature studies and laboratory testing. From this research it is known that soaking using brackish water has an effect on reducing the compressive strength of concrete, this can be seen from the average compressive strength of concrete when soaking using fresh water which reaches 22.025 Mpa, while brackish water only reaches 20.822 Mpa. This is because brackish water contains solid substances in the form of salt which can affect the decrease in compressive strength of the concrete and delays in the curing process (curring) result in dehydration of the concrete resulting in a decrease in the compressive strength of the concrete.
Penggunaan Etabs V.19 Dalam Perancangan Struktur Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Andi Djemma Pakiding, Patricia Novia Glory; Sudirman, Sudirman; Amin, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4197

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model perancangan struktur rencana bangunan gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data yang terdiri dari data primer dan sekunder, kemudian dilakukan input beban kerja ke dalam program Etabs. Dari hasil analisa struktur dapat diketahui bahwa struktur gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma mampu dalam menahan beban-beban luar yang bekerja. Model struktur dianalisa dalam bentuk 3d model yang diberikan beban luar serta asumsi-asumsi perancangan yang sesuai dengan SNI, kemudian didapatkan output berupa gaya-gaya dalam yang digunakan dalam mendesain tulangan struktur. The aim of this research is to analyze the structural design model for the building plan for the Integrated Laboratory Building, Faculty of Engineering, Andi Djemma University. The research method used is a quantitative method. This research began with data collection consisting of primary and secondary data, then workload input was carried out into the Etabs program. From the results of the structural analysis, it can be seen that the structure of the Integrated Laboratory building, Faculty of Engineering, Andi Djemma University, is capable of withstanding external loads. The structural model is analyzed in the form of a 3D model that is given external loads and design assumptions in accordance with SNI, and then the output is obtained in the form of internal forces that are used in designing structural reinforcement.
Pengaruh Penambahan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Mortar Kondorura, Jesika; Sudirman, Sudirman; Amin, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6718

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap kuat tekan mortar dengan presentase variasi sebesar 5%, 10%, dan 15% pada berat semen, pada usia 7 hari dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma. Sebanyak 44 sampel mortar berbentuk kubus berukuran 50 x 50 x 50 mm diuji yang terdiri dari 14 sampel mortar normal dan 30 sampel dengan penambahan abu sekam padi yang mengacu pada SNI 03-6825-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi meningkatkan kekuatan mortar secara signifikan. Mortar normal memiliki kuat tekan rata-rata 9.32 MPa (7 hari) dan 13,71 MPa (28 hari), sedangkan mortar dengan penambahan abu sekam padi 15% pada berat semen mencapai 10.71 MPa (7 hari) dan 16,40 MPa (28 hari), memenuhi kategori Tipe S. Peningkatan kekuatan ini disebabkan reaksi pozolanik silika amorf dalam abu sekam padi yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H), sehingga memperkuat struktur dan porositas mortar. Selain itu, penambahan abu sekam padi dapat menurunkan daya serapair dengan hasil paling optimal pada variasi 5%. This study aims to determine the effect of adding rice husk ash on the compressive strength of mortar with a percentage variation of 5%, 10%, and 15% of the weight of cement, at the age of 7 days and 28 days. The method used is an experimental method carried out in the Structure and Materials Laboratory of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University. A total of 44 cube-shaped mortar samples measuring 50x50x50 mm were tested consisting of 14 normal mortar samples and 30 samples with the addition of rice husk ash referring to SNI 03-6825-2002. The results showed that the addition of rice husk ash significantly increased the strength of the mortar. Normal mortar has an average compressive strength of 9.32 MPa (7 days) and 13.71 MPa (28 days), while mortar with the addition of 15% rice husk ash by weight of cement reaches 10.71 MPa (7 days) and 16.40 MPa (28 days), meeting the Type S category. This increase in strength is due to the pozzolanic reaction of amorphous silica in rice husk ash which produces calcium silicate hydrate (C-S-H), thereby strengthening the structure and porosity of the mortar. in addition, the addition of rice husk ash can reduce the compressive strength with the most optimal results at a variation of 5%.
Pengaruh Penambahan Slag Nikel Sebagai Agregat Halus Pada Kuat Tekan Beton Hidayat, Fuad Rahmat; Amin, Michail; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan slag nikel terhadap agregat halus, pada umur beton 7 hari dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma. Sebanyak 40 sampel beton berbentuk silinder berukuran 10x20 cm diuji yang terdiri dari 10 sampel beton normal, 10 sampel beton dengan variasi persentase 25%, 10 sampel beton dengan variasi persentase 50%, dan 10 sampel beton dengan variasi persentase 75%. Hasil pengujian kuat tekan beton rata – rata untuk beton normal tanpa penambahan slag nikel umur 7, adalah 28.51 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 7 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 25% adalah sebesar 28.71 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 7 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 50% adalah sebesar 29.12 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 7 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 75% adalah sebesar 29.32 Mpa. Sedangkan pada hasil pengujian kuat tekan beton rata – rata untuk beton normal tanpa penambahan slag nikel umur 28, adalah 28.86 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 28 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 25% adalah sebesar 28.99 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 28 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 50% adalah sebesar 29.12 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 28 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 75% adalah sebesar 30.58 Mpa. This study aims to determine the effect of adding nickel slag to fine aggregate on concrete aged 7 days and 28 days. The method used was an experimental method conducted in the Structure and Materials Laboratory of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University. A total of 40 cylindrical concrete specimens with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm were tested, consisting of 10 normal concrete samples, 10 concrete samples with a 25% variation, 10 concrete samples with a 50% variation, and 10 concrete samples with a 75% variation. The average compressive strength test result for normal concrete without nickel slag addition at 7 days was 28.51 MPa. The average compressive strength at 7 days with 25% nickel slag substitution was 28.71 MPa. The average concrete compressive strength at 7 days with 50% nickel slag substitution was 29.12 MPa. The average concrete compressive strength at 7 days with 75% nickel slag substitution was 29.32 MPa. Meanwhile, the average compressive strength test results for normal concrete without nickel slag addition at 28 days were 28.86 MPa. The average compressive strength of concrete at 28 days with 25% nickel slag substitution was 28.99 MPa. The average compressive strength of concrete at 28 days with 50% nickel slag substitution is 29.12 MPa. The average compressive strength of concrete at 28 days with 75% nickel slag substitution is 30.58 MPa.
Pengaruh Penggunaan Limbah Batu Bara Sebagai Pengganti Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Haerunisa, Aulya; Sudirman, Sudirman; Amin, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7990

Abstract

Penggunaan bottom ash di negara –negara di benua eropa dan amerika sudah merupakan hal yang umum. Di Negara-negara maju seperti Inggris dan Negara-negara eropa bottom ash digunakan sebagai bahan salah satu alternatif filler untuk bahan perkerasan jalan, selain itu juga digunakan sebagai bahan non struktural seperti batako dan paving block. Di Indonesia pemanfaatan bottom ash atau kerak limbah pembakaran batubara ini belum banyak digunakan. Di Indonesia yang banyak digunakan adalah fly ash atau abu terbang yang digunakan sebagai bahan aditif pada beton dan bahan perkerasan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap kuat tekan beton mutu K-300 yang menggunakan bottom ash sebagai agregat halusnya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pada penelitian penggunaan bottom ash digantikan dengan persentase penambahan mulai dari normal 25%, 50%, 75% hingga 100% terhadap berat agregat halus pasir. Masing-masing perlakuan menggunakan benda uji sebanyak 5 buah sehingga untuk 5 perlakuan benda uji yang dibuat adalah 25 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bottom ash dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat halus pada beton. Dari data hasil uji tekan diketahui bahwa bottom ash secara keseluruhan menaikkan nilai kuat tekan beton. he use of bottom ash in European and American countries is commonplace. In developed countries like the UK and other European countries, bottom ash is used as an alternative filler for road paving materials. It is also used as a non-structural material, such as concrete blocks and paving blocks. In Indonesia, the use of bottom ash, or coal combustion waste slag, is not yet widely used. Fly ash is commonly used as an additive in concrete and paving materials. This study tested the compressive strength of K-300 grade concrete using bottom ash as fine aggregate. This research is experimental research. In this study, the use of bottom ash was replaced with percentage additions ranging from 25%, 50%, 75%, to 100% of the weight of fine sand aggregate. Five specimens were used for each treatment, resulting in a total of 25 specimensThe results indicate that bottom ash can be used as an alternative to fine aggregate in concrete. The compression test data indicates that bottom ash significantly increases the concrete's compressive strength.
A REVIEW OF RETAINING WALL DESIGN AS LANDSLIDE MITIGATE MEASURE ROAD SECTION OF BANGGAI LAUT REGENCY DESA LAMPA : TINJAUAN PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA LONGSOR PADA RUAS JALAN KABUPATEN BANGGAI LAUT DESA LAMPA Fahri, Syamsul Fahri; Michail Amin; Muh. Ryan Pratama; Afrinaldy Andara
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 12 No. 01 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v12i01.5543

Abstract

Dinding penahan tanah merupakan salah satu elemen struktur yang berfungsi menahan tekanan tanah lateral agar tidak terjadi longsoran pada lereng atau timbunan. Peneltian ini bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi perencanaan dinding penahan tanah yang dianalisis dengan menggunakan tipe counterfort berdasarkan standar ACI 318-19 terhadap beton bertulang dengan bantuan program ASDIP retain. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas guling dan kapasitas geser dari dinding penahan tanah tipe Counterfort. Metode analisis dilakukan dengan memasukkan data geometri struktur, parameter tanah. Serta kondisi pembebanan kedalam program ASDIP retain v.5.5.3.3. Hasil analisis menunjukkan  bahwa desain dinding penahan tanah tipe counterfort dengan tinggi 9,30 m, memenuhi persyaratan stabilitas terhadap guling dengan faktor keamanan sebesar 2,00>1,5. Momen penahan lebih besar dibandingkan dengan momen pengguling sehingga struktur aman pada kondisi pembebanan yang ditinjau. Hasil analisis desain Heel mampu menahan gaya geser sebesar 131,8 kN/m dengan kapasitas geser pada beton sebesar 196,1 kN/m dan hasil analisis desain Toe mampu menahan gaya geser sebesar 181,3 kN/m dimana dari kedua kapasitas geser tersebut masih berada dibawah maksimum kapasitas geser beton. Secara keseluruhan hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua elemen struktur berada dalam kondisi aman dengan status memenuhi persyaratan desain. Dengan demikian, desain dinding penahan tanah tipe counterfort yang dianalisis telah memenuhi kriteria stabilitas dan kekuatan struktur serta efisien dalam penggunaan material.
Pengaruh Palm Oil Fuel Ash terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air pada Bata Ringan Tipe CLC Amry Dasar; Dahlia Patah; Nur Okviyani; Michail Amin
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.3470

Abstract

Cellular lightweight concrete (CLC) blocks are a type of non-structural wall material that has the potential to reduce a building’s dead load; however, their use still faces technical challenges due to low compressive strength and high water absorption. Palm oil fuel ash (POFA) derived from oil palm biomass waste has the potential to be used as a partial cement substitute. This study aims to evaluate the effect of POFA as a partial cement substitute at levels of 0–30% on the compressive strength and water absorption of CLC lightweight bricks. POFA was ground twice using a disc mill with a No. 200 sieve. Cube specimens measuring 50×50×50 mm were tested at 7 and 28 days of age under normal curing and steam curing conditions. The results showed that a 10% POFA substitution yielded the best performance, with a compressive strength of 3.53 MPa under normal curing at 28 days and 3.57 MPa under steam curing at 28 days. This mixture also produced the lowest water absorption, namely 21.58% and 1.66% under the same conditions. The highest strength activity index was also achieved with a 10% POFA substitution. These findings indicate that the use of 10% POFA is suitable for producing low-cement CLC lightweight bricks with better mechanical and absorption performance for sustainable non-structural wall applications.
Pengaruh Penggunaan Abu Sekam Padi sebagai Substitusi Semen terhadap Beton : Kinerja Mekanik dan Durabilitas Michail Amin; Arhan; Herni Suryani; Syamsul Fahri; Sainuddin; Risma Nofianti Idris
Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2026): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu sekam padi adalah limbah hasil pembakaran batu bata yang hingga kini masih kurang dimanfaatkan untuk kegunaan yang lebih bermanfaat. Limbah tersebut dapat digunakan sebagai pengganti untuk mengurangi sebagian penggunaan semen dalam campuran beton. Penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau pengaruh abu sekam padi (ASP) sebagai subtitusi sebagian semen dalam campuran beton khususnya dalam hal sifat mekanik dan daya tahan. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan tiga jenis campuran yaitu : 0% abu sekam padi, presentase 10% subtitusi, dan 20% subtitusi ASP. Pengujian kekuatan tekan dilakukan pada usia 7, 28, dan 91 hari, penyerapan air pada usia 28 dan 91 hari, serta half-cell potencial untuk meninjau kemampuan korosi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa beton dengan substitusi ASP sebesar 10% menghasilkan kinerja paling baik dengan kuat tekan sebesar 25,43 MPa pada hari ke 28, sedangkan untuk beton tanpa ASP diperoleh kuat tekan sbeesar 23,31 MPa. Untuk penyerapan air variasi 10% juga menunjukkan nilai terendah dan paling stabil yaitu sebesar 4,41% pada kedua usia 28 dan 91 hari, sedangkan ASP dengan presentas 20% mengurangi kemampuan beton menahan gaya tekan ke angka 11,47 MPa dan menaikkan kemampuan absorpsi ke angka 11,63%. Untuk HCP memperlihatkan masing-masing pencampuran yang dilakukan memiliki resiko korosi yang rendah setelah  mencapai usia 91 hari, dengan 10% subtitusi ASP yang memperlihatkan kinerja yang terbaik. Penelitian ini menunjukkan bahwa subtitusi 10% ASP ke dalam campuran beton dapat menjadi alternatif yang layak dalam pembuatan beton berkualitas yang ramah terhadap lingkungan
Pengaruh Penambahan Abu Kerang Erosa Sebagai Bahan Tambah Terhadap Sifat Kuat Tekan Mortar Silfia Nurul Putry; Sudirman Sudirman; Michail Amin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 2 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 2, Mei - Agustus Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i2.9858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu kerang erosa sebagai bahan tambah terhadap kuat tekan mortar. Variasi penambahan abu kerang erosa dilakukan sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% dari berat semen sesuai standar SNI 03-6825-2002. Benda uji berbentuk kubus berukuran 5×5×5 cm diuji kuat tekannya pada umur 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu kerang erosa berpengaruh terhadap penurunan kuat tekan mortar. Nilai kuat tekan tertinggi pada umur 7 hari diperoleh pada campuran 0% sebesar 252,02 kg/cm² dan menurun berturut-turut hingga 201,61 kg/cm² pada penambahan 10%. Pola serupa terjadi pada umur 28 hari, di mana kuat tekan tertinggi juga terdapat pada 0% sebesar 262,10 kg/cm² dan menurun hingga 204,76 kg/cm² pada 10%. Meskipun kuat tekan meningkat dari umur 7 hari ke 28 hari, peningkatan tersebut tidak mampu mengimbangi penurunan akibat penambahan abu kerang berlebih. Berdasarkan klasifikasi SNI 03-6882-2002, campuran 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% tergolong mortar tipe M, sedangkan 10% termasuk tipe S. Dengan demikian, abu kerang erosa masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi sebagian semen, namun penggunaannya perlu dibatasi agar tidak menurunkan kekuatan mortar secara signifikan. This study aims to determine the effect of using erosa shell ash as an additive on the compressive strength of mortar. Variations in the addition of erosa shell ash were carried out at 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% of the weight of cement according to the SNI 03-6825-2002 standard. Cube-shaped test specimens measuring 5×5×5 cm were tested for their compressive strength at the age of 7 and 28 days. The results showed that the addition of erosa shell ash had an effect on reducing the compressive strength of the mortar. The highest compressive strength value at the age of 7 days was obtained at a mixture of 0% at 252.02 kg/cm² and decreased successively to 201.61 kg/cm² at an addition of 10%. A similar pattern occurred at the age of 28 days, where the highest compressive strength was also found at 0% at 262.10 kg/cm² and decreased to 204.76 kg/cm² at 10%. Although the compressive strength increased from 7 days to 28 days, the increase was not able to compensate for the decrease due to the addition of excessive shell ash. Based on the SNI 03-6882-2002 classification, a mixture of 0%, 2.5%, 5%, and 7.5% is classified as type M mortar, while 10% is included in type S. Thus, erosa shell ash can still be used as a partial cement substitute, but its use needs to be limited so as not to reduce the mortar strength significantly.