Salah satu keterampilan bahasa Inggris yang paling menantang bagi mahasiswa, khususnya dalam konteks tes standar seperti Test of English as a Foreign Language (TOEFL) ialah listening. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan sub-keterampilan listening mahasiswa tahun pertama melalui analisis TOEFL Listening Part B. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas 74 mahasiswa semester pertama yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui hasil tes TOEFL Listening Part B dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis dengan mengelompokkan butir soal berdasarkan jenis pertanyaan, yaitu ide pokok, detail spesifik, makna tersirat, serta sikap atau maksud pembicara. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa relatif lebih mampu menjawab soal seputar detail spesifik yang disampaikan secara eksplisit dalam percakapan. Sebaliknya, kesulitan yang signifikan ditemukan pada sub-keterampilan memahami ide pokok, menarik makna tersirat, dan memahami sikap atau maksud pembicara. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung mengandalkan strategi menyimak berbasis kata kunci dan belum mampu membangun pemahaman wacana secara menyeluruh dalam percakapan panjang. Kesimpulan yang di dapat yakni TOEFL Listening Part B memiliki potensi kuat sebagai instrumen asesmen diagnostik untuk memetakan kesenjangan sub-keterampilan listening. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan pembelajaran listening yang lebih terarah, kontekstual, dan berbasis kebutuhan di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025