Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan infusa daun kelor (Moringa oleifera) sebagai preservatif alami terhadap awal kebusukan dan kualitas organoleptik (warna, tekstur, dan bau) pada daging broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan untuk uji Eber, serta 25 panelis untuk uji organoleptik, sehingga memerlukan 100 sampel daging broiler bagian dada dengan berat ± 20g per sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu, P0: tanpa perendaman infusa daun kelor; P1: direndam infusa daun kelor dengan konsentrasi 5%; P2: direndam infusa daun kelor dengan konsentrasi 10%; P3: direndam infusa daun kelor dengan konsentrasi 15%. Peubah yang diamati adalah awal kebusukan menggunakan uji Eber, serta penilaian warna, tekstur, dan bau dengan uji organoleptik. Data penelitian dianalisis ragam pada selang kepercayaan 95% dan bila terdapat pengaruh yang nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Data uji Eber dianalisis menggunakan uji binomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan infusa daun kelor pada konsentrasi 15% menunjukkan kecenderungan menunda awal kebusukan daging broiler. Penggunaan infusa daun kelor pada daging broiler berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap mutu hedonik warna daging broiler, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap tekstur dan bau daging broiler. Perlakuan terbaik dalam mencegah awal kebusukan dan kualitas organoleptik ada pada konsentrasi 15%.
Copyrights © 2025