pasien lansia merupakan indikator utama dalam menilai mutu pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien lansia terhadap pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien lansia yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Tajinan, menggunakan teknik sampling accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada 7 – 12 Juli 2025 dengan jumlah responden yang didapat sebanyak 97 lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tangibles, mayoritas responden merasa puas (78,4%). Pada dimensi tangibles sebesar 78,4%, empathy sebesar 75,3%, reliability sebesar 85,6%, responsiveness sebesar 75,4%, dan assurance sebesar 76,3% lansia menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Secara umum, tingkat kepuasan lansia berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 83,5% responden merasa puas, dan 12,4% merasa sangat puas. Temuan ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Tajinan sudah berjalan dengan cukup baik, namun tetap perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan terutama pada dimensi dengan skor terendah. Pada penelitian ini untuk memperoleh gambaran umum mengenai persepsi dan penilaian lansia terhadap mutu pelayanan yang mereka terima. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi serta pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak puskesmas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lansia ke depan.
Copyrights © 2025