Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mendorong satuan pendidikan untuk melakukan transformasi digital dalam pembelajaran dan tata kelola sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, komponen, peran, tantangan, serta strategi penguatan infrastruktur TIK dalam konteks pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur yang bersumber dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, regulasi pemerintah, serta laporan lembaga internasional seperti UNESCO dan World Bank. Hasil kajian menunjukkan bahwa infrastruktur TIK terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, jaringan dan konektivitas, keamanan data, serta sumber daya manusia yang berkompeten. Infrastruktur yang memadai mampu mendukung pembelajaran digital, meningkatkan kualitas layanan administrasi, memperkuat komunikasi sekolah, dan mendorong pengambilan keputusan berbasis data. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pendanaan, kesenjangan akses internet, rendahnya literasi digital tenaga pendidik, serta lemahnya kebijakan pemeliharaan dan keamanan data. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan infrastruktur TIK melalui perencanaan strategis, peningkatan kapasitas digital, kolaborasi multipihak, serta evaluasi berkelanjutan agar sekolah mampu beradaptasi dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai dasar perumusan kebijakan dan strategi pengembangan TIK di satuan pendidikan.
Copyrights © 2025